Wednesday, July 8, 2020

Dear You

I lost my word to describe my feeling to you..
I don't know what kind of a feeling..
But, I'm so blessing you came to my life, accompany me..
Even if we can't be together no matter how hard we tried

I just want you to know
I'm so happy..
I hope you are happy to... wherever you are...

I love you

Friday, July 5, 2019

Rindu

Ternyata ini kehilangan yang paling menyakitkan, ketika harus merelakan orang-orang tersayang pergi mendahului.
Ternyata begini rasanya, rindu tapi tak mungkin bertemu. Jangankan bertatap muka, untuk sekedar bertukar kabar saja sudah tidak mungkin bisa.

Sungguh aku kehilangan kata.
Serindu ini... :(

Tuesday, July 3, 2018

Dear Me, From Me

Hai fit, lagi nggak bisa tidur ya? Tidurmu dibenerin ya, jangan berantakan terus.  Jangan insomnia terus-terusan atau jam tidur kebalik terus.

Maaf ya fit.. aku udah membawa kamu ke titik yang sekarang, pasti kamu gak nyaman banget ya? Pasti kamu capek sama keadaanmu sekarang? Maaf banget ya..
Maaf fit... udah bikin kamu jadi orang yang gak berguna lagi, luntang lantung gak jelas lagi :( maaf kamu jadi harus ngelepas apa yang kamu tunggu setahun terakhir itu. Maaf aku bikin kamu kayak gini :(
Maaf fit... kamu harus berpisah dengan orang yang berhasil membuatmu jatuh cinta lagi, bahkan sebelum cinta itu mekar. Maaf juga harus membuatmu berpisah untuk kedua kalonya sama dia. Maaf ya kamu jadi lost contact sama dia gara-gara aku yang kurang berani :(
Maaf fit, udah bikin kamu jadi diremehkan banyak orang dan mengecewakan banyak orang hanya karena ego sesaatku aja :(

Fit.... aku janji ya bikin kamu jadi lebih baik lagi dari kemarin. Aku janji bisa nyelesain dan ngebayar semua kesalahanku kemarin. Aku janji bisa bawa kamu ke tempat yang kamu inginkan. Aku janji ke kamu supaya kamu bisa ketemu sama dia lagi. Jangan nyerah ya fit. Aku berusaha kok :') jangan pernah menyerah ya.... kamu yang semangat fit :')

Semoga kita bisa memperkuat iman kita ya fit. Biar kita bisa selalu minta segala hal ke Allah :') biar Allah sayang sama kita :') Biar Allah ngasih petunjuk dan jalan yang mudah untuk aku bisa nepatin janji ke kamu :')

Semangat ya fit...
Tidur yang nyenyak...
Senyum lagi...
Jangan banyak pikiran, nanti kamu gila...

Selamat malam :)

Tuesday, June 5, 2018

Titik Terendah

Hello! 

Sudah lama sekali gak pernah nulis disini hahaha. Udah hampir dua tahun kayaknya sejak terakhir bikin post wkwkwk. Dan selama dua tahun itu hidupku nano nano sekali. Mulai dari lulus kuliah dan gak tau harus apa, merasa gak punya kemampuan apapun untuk dijual demi dapet kerja. Sedangkan satu persatu temanku mulai menemukan yang imereka cari. Setahun lebih luntang-lantung gak jelas, sampai akhirnya aku mendapatkannya, tapi....

Tapi aku melepaskannya begitu saja, hanya sebentar sekali. Dan itu merupak kebodohanku yang teramat bodoh. Tidak bertahan lebih lama, aku yang biasanya kuat ditempa mendadak sangat rapuh tertiup angin. Yang akhirnya runtuh juga. Andai saja aku bisa lebih kuat, bisa melawan diriku sendiri, bisa berdamai dengan keaadan, dan bisa keluar dari zona nyaman. Dan itu hanya berandai andai. Faktanya semua sudah terlambat, nasi sudah menjadi bubur, dan aku sudah melakukan kesalahan teramat fatal, aku jatuh.. yang berujung penyesalan tanpa henti.

Kejatuhanku itu pula membawaku pada titik terendah dalam hidupku. Hatiku hancur, tidur tak nyenyak, nafsu makan hilang, orang-orang sekitar menyalahkanku. Aku patah, kehilangan arah. Selama berminggu-minggu diam-diam aku meratapi nasibku yang kurang beruntung, menangis sendiri, menyalahkan diri sendiri, dan enggan bertemu orang sekitar. Iya, aku menyendiri, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk Kota Malang. Aku kehilangan semangat, seolah-olah hari akan selalu abu-abu. 

Aku memutuskan untuk tidak pulang kala itu. n Terlalu sakit untuk pulang, terlalu sedih untuk menceritakan apa yang terjadi padaku. Rasanya hati teriris tiap haru menceritakan kisahku ke orang lain, yang bahkan mereka bukan khawatir dengan keadaanku dan perasaanku, tapi lebih menyalahkanku karena aku melakukan kesalahan itu. Aku malu untuk betemu dunia luar, tidak ada pencapain yang aku lakukan, namun kejatuhan yang menyesakkan.

I'm pretend like everything is okay. Tersenyum seolah semuanya baik-baik saja. Bercerita tentang hal-hal baru yang membahagiakan. Jelas via telepon, karena aku enggan orang lain tahu keadaanku yang sebenernya, betapa menyedihkannya aku. Karena aku gak mau orang lain mengoblokkan aku, cukuplah aku sendiri yang menggoblokkan diri sendiri, jangan ditambah lagi.

Aku stress, depresi, selalu negative thinking sama hidupku. Untungnya aku masih takut mati, sehingga aku gak melakukan hal-hal yang diluar kendaliku, seperti bunuh diri misalnya. Lupa rasanya rumah.  Terlalu takut untuk pulang, apakah ada yang mau menerimaku jika aku pulang? apakah ada yang mau memelukku dan membisikkan semua baik-baik saja? aku tersesat, entah harus kemana melangkah.

Aku berada di titik terendah dalam hidupku, hingga lupa rasanya tersenyum..
Sampai hari ini pun, aku lupa rasanya tersenyum tulus.
Sejak kejadian itu, hidupku seoalah berubah..

Thursday, March 9, 2017

Online VS Konvensional

Online VS Konvensional

Baru-baru ini Kota Malang digegerkan dengan aksi mogok seluruh pengemudi angkutan umum selama beberapa hari. Mereka menuntut dihapuskannya transportasi online (Gojek, Grab, Uber, etc) di Malang. Karena menurut mereka, sejak kemunculan transportasi online tersebut, penghasilan mereka berkurang karena masyarakat lebih memilih menggunakan jasa transportasi online. Hadirnya transportasi online dinilai lebih praktis, mudah, cepat, dan nyaman. Mungkin hal-hal tersebut yang tidak didapatkan di angkutan umum.
Penghapusan atau pelarangan transportasi online menurut saya bukan sebuah solusi. Saya sebagai lulusan IT selalu diajarkan jika kita tidak mengikuti arus perkembangan teknologi yang ada, maka kita akan terhapus secara perlahan. Selain itu, antara angkutan umum dan transportasi online pun mempunyai mangsa pasar yang berbeda. Tidak mungkin pelajar yang uang sakunya kecil harus setiap hari naik transportasi online yang tarifnya jauh diatas angkutan umum. Begitu pula seseorang yang terburu-buru maka akan membutuhkan transportasi online yang cepat daripada angkutan umum yang sering ngetem terlalu lama. Tidak semua masyarakat merasa nyaman menaiki angkutan umum dan tidak semua pula merasa mampu untuk menaiki transportasi umum. Sejujurmya, semua mempunyai untung masing-masing.
Menutup rejeki orang lain demi kepentingan suatu golongan tidaklah benar. Bahkan tanpa memikirkan apa dampaknya bagi banyak orang. Daripada berlomba-lomba menjatuhkan transportasi online, mengapa tidak menganalisis apa yang salah dengan angkutan umum, misalnya waktu tunggu yang terlalu lama, suasana yang kurang nyaman, pengemudi yang ugal-ugalan, jumlah armada yang terlalu banyak, etc, dan memperbaiki sistem di dalamnya terlebih dahulu.

Percayalah mengikuti perkembangan teknologi amatlah penting di era global ini. Kalau kita menutup mata dengan perkembangannya, maka kita juga harus siap tergerus arus. Dan menggunakan teknologi mudah untuk dipelajari, daripada membuat teknologi itu sendiri. Be a smart people in todays life :)

Monday, January 2, 2017

A plan?

Saya kurang tahu, apakah kita sebagai manusia biasa harus bertahan pada orang yang bahkan tidak mempunyai untuk bersama atau tidak ada rencana untuk bersama dan masa depan? Mengingat umur kita yang sudah sepantasnya membicarakan masa depan. Menurut saya, rencana-rencana itu membuktikan bagaimana keseriusan seseorang untuk menjadikan orang lain masa depannya. Apa yang dirasakan ketika seseorang enggan berencana? Kecewa kah? atau acuh tak acuh? Sekali lagi bagi saya rencana itu adalah niat dan awal dari keseriusn, jadi jika tidak ingin berencana maka....? I don't know :)


Edisi baper temen sepermainan dari belom TK samping rumah besok nikah hahahhahaha

Saturday, October 1, 2016

time flies so fast and I did it! :)

inget banget September tahun lalu lagi galau banget dikejar deadline kumpulin proposal skripsi. galau cari judul, ke dosen sana sini, ke tempat ini itu, nangis karena saking hopelessnya gak nemu-nemu judul yang pas. sampek akhirnya dikasih ide judul yang sekarang ini. inget banget gimana pertama kali ke dosbing 2 buat presentasi proposal, sampek rela jam setengah 7 pagi udah di kampus demi mengejar beliau :') inget banget gimana nganggurnya aku males ngerjain skripsi sampek ganti semester didiemin dan jadi mahasiswa anti kata skripsi karena mood langsung drop kalo udah bahas itu. dan inget banget gimana ngebutnya karena surat tugas udah tinggal beberapa bulan lagi.

yaaah... akhirnya 04 Agustus 2016 aku bisa Semhas :') sebuah pencapaian yang bahkan aku gak sangka bisa sampek situ, saking hopelessnya.
dan akhir dari perjuangan yang menguras air mata itu berakhir tanggal 23 Agustus 2016, Sidang jugaaa :')) bener-bener terharu bisa sampai di tahap paling tinggi selama kuliah ini :')

sekarang sudah bukan mahasiswa.. katanya sih memasuki fase sebenarnya sebagai seorang manusia dewasa. dituntut dan harus bisa menentukan jalan sendiri, bagaimana bisa menghidupi diri sendiri dan bagaimana cara agar bisa lepas dari beban materil orang tua. jadi job seeker, kerja dimana saja sedapetnya, biasanya gitu kata para job seeker ukuran fresh graduated. 
semangat untuk para pencari kerjaaa, semangat untuk para penentu masa depan :)

see you on top semuanyaaa :))

Monday, February 15, 2016

Kadang mulut lelaki memang terlalu pintar, ada saja alasan saat ia melakukan kesalahan atau melupakan sesuatu.
Kau pikir wanita mudah kau rayu dengan mulut manismu itu?
Asal kau tahu, ingatan wanita kadang lebih kuat dari ingatan orang paling pintar sekalipun dan kemampuan wanita untuk mencari tahu pun kadang lebih hebat dari detective terbaik.

Jangan meremehkan wanita apalagi membuatnya seolah tampak tak berharga di hadapanmu, hanya karena kau tak tahu bagaimana besarnya kekuatan wanita.

Percayalah jika wanita itu selalu ingat setiap kata yang kau ucap jika dirasa itu penting, apalagi sebuah janji.
Terus jika janji itu tak kau tepati? Mulutmu harimaumu :)

Sudah cukup lah mulut manismu itu jika hanya untuk menyenangkan hati wanitamu sesaat :)

Wednesday, January 27, 2016

Distance

Ternyata cerita tentang jarak selalu sama. Rasa yang sama, luka yang sama. Jarak mungkin tidak berarti apa-apa bagi sebagian orang, tapi tak sedikit yang jarak menyisakan cerita tersendiri. Suka duka karena jarak. Beruntunglah bagi yang mampi melawan jarak, bagi yang tidak mampu? Akan kalah melawan jarak yang akhirnya menyerah akan keadaan.
Pernah waktu itu menonton youtube video kisah cinta dua artis. Yah mereka pernah dipisahkan jarak berbeda negara, Singapura-Indonesia. Mungkin awalnya memang baik-baik saja, namun lama kelamaan hubungan menjadi renggang. Masalah kesibukan, komunikasi, dan intensitas bertemu. Tapi sayang aku bukan artis yang bisa dengan mudah terbang ke tempat penyebab jarak itu. Aku hanya seorang mahasiswa kere yang bahkan ketika ingin membeli sesuatu harus berpikir seribu kali. Bagaimana bisa aku membeli tiket pesawat atau kereta yang harganya sama seperti uang sakuku selama satu bulan? Bagaimana mungkin pula orang tuaku akan membiarkan anaknya seorang diri pergi ke tempat jauh? Yang bisa aku lakukan hanya diam di tempat, menunggu, hanya bisa menunggu.
Banyak orang bilang hubungan jarak jauh pada akhirnya akan kandas juga. Awalnya aku hanya pasrah apa yang akan terjadi di depan nanti. Pada Akhirnya aku mengalami masalah klasik dalam hubungan jarak jauh. Jarak kita terlalu jauh. Sedangkan aku bukan orang yang mampu melawan jarak. Aku kehilangan alasan mengapa aku harus menunggu, sedangkan aku bukan hanya mencari pasangan namun mencari teman yang mampu menemaniku. Faktanya dalam hubungan jarak jauh, komunikasi hanya bisa melalui telepon, chat dan sejenisnya. Bahkan itu semua tidak memecahkan kesunyianku.
Pada akhirnya intesitas bertemu menjadi alasan kuat mengapa aku tak ingin lagi membuat cerita tentang jarak. Lelah ketika aku merindu, aku atau kita tak mampu berbuat apa-apa. Rindu yang tak terbalas itu sungguh menyakitkan. Apalagi ketika salah satu pihak terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga enggan meluangkan waktunya untuk sekedar bertemu. Seandainya aku bukan mahasiswa kere dan seorang anak yang mudah mendapat kepercayaan orang tua, mungkin aku sudah menemuinya sekarang. Faktanya tidak demikian.
Aku tidak paham perjuangan seperti apa yang harus dilakukan dalam hubungan jarak jauh. Yang aku tahu salah satu harus meluangkan waktu dan materi ditengah kesibukannya. Mungkin dengan cara seperti itu aku tahu seperti apa perjuangan itu dan seberapa penting aku dibutuhkan dan dipedulikan. Kalau itu semua tidak, lalu untuk apa?
Aku enggan membuat cerita lagi. Terlalu menyakitkan dan begitu banyak perasaan yang harus dikorbankan. Lebih baik tak ada cerita sehingga kita bisa menjalani hidup masing-masing di tempat yang berbeda tanpa harus saling menyakiti dan tanpa adanya harapan semu dari menunggu. Sudah cukup cerita ini.

Aku enggan bermain-main dengan hati lagi. Terlebih lagi ternyata umurku sudah dewasa dan sudah waktunya untuk mencari yang terakhir. Cukup lah pacaran ala ala remaja. Sempat terpikir, jika memang serius denganku, mengapa tak datangi saja orang tuaku? Entahlah :)

Friday, January 22, 2016

hm :)

if all story have same ending, then why you make another story? it's better not make story again if you know how the ending.

mungkin sudah saatnya aku balik cari buku toko buku, cari buku lain kalau satu buku sudah selesai dibaca. itu satu-satunya cara menyibukkan diri ketika aku merasa sendiri dan tak berteman. perasaan sendiri perasaan yang paling aku benci tapi nyatanya selalu aku alami. tersiksa tapi aku bisa apa? kalau takdir saja menyuruhku untuk tetap sendiri.

jujur udah gak ngerti harus ngetik apa lagi ini, cari kalimat yang pas juga gak bisa.

cuman bisa bilang...
welcome again loneliness.

semakin erat di aku. lelah sama orang sok peduli, sok mau nemenin aku, nyatanya juga ninggal.

mbongi lelah dan semakin lelah.
seperti gak akan berakhir.. rasanya.

11 years and still counting without know when it will end.
aku sudah cukup lelah membuat cerita.

maybe it just my fate, and I can't avoid it :)

where's happiness? I'm too tired to find it.


Thursday, December 31, 2015

end of 2015

Alhamdulillah ketemu lagi sama penghujung tahun. akhir tahun biasanya jadi ajang evaluasi diri. apa yang udah dilakukan selama setahun terakhir ini... apa hidup mengalami peningkatan atau malah mrosot?

tahun 2015 ngerasain semuanya, bahagia, sedih, marah, kecewa, hampir semua kata ungkapan ekspresi. ada hal-hal yang berubah drastis, ada juga hal yang sama sekali tidak berubah. tapi apapun itu tetep bersyukur udah diberi kesempatan ngerasain 2015.

mungkin hal yang terus terjadi dari tahun 2000 sekian sampai sekarang gak pernah berubah. kadang mikir, yaudahlah emang gini keadaannya mau gimana lagi. sedih, cemburu, kecewa jadi satu dan terus terulang. bukankah tidak seharusnya aku mencemburui hal semacam itu? faktanya aku selalu tersenyum sinis kala melihat orang lain :')  alhamdulillahnya, mereka sudah mulai menganggapku dewasa, percaya aku sudah bisa menjaga diriku sendiri. dan untuk pertama kalinya beberapa hari yang lalu mereka mendengarkanku :')

2015, jadi akhir malas-malasan kuliah. sudah saatnya fokus, walaupun kadang nyesel. ternyata ngelakuin hal yang bukan passion kita itu berat banget. bahkan aku gak tau nanti gimana. dan menyesalnya, harusnya aku fokus sejak dulu...dan gak pernah coba-coba. dan kenapa rasanya mengulang penyesalan beberapa tahun lalu.

berada di posisiku saat ini, posisi yang punya resiko tinggi karena secara gak langsung berhubungan dengan Tuhan. di posisi ini aku ngerasa useless, karena posisiku sama sekali tidak dibutuhkan. kadang aku merasa aneh. tapi senangnya sebentar lagi aku turun, bebanku terangkat. bagaimanapun mereka sudah jadi keluargaku.

alhamdulillah juga masih dikasih kesempatan deket sama mas. udah setahun terakhir ini nempel terus ke mas, kemana-mana ngajak mas, butuh ini itu larinya ke mas. bersyukur udah dikenalin sama orang kayak mas, yang bukan hanya jadi seseorang yang spesial, tapi juga bisa jadi kakak, sahabat, saudara.
sedihnya kalau ada kata perpisahan, walaupun sementara tapi sampai sekarang rasanya masih berat. dia gak nunggu aku, aku disini sendirian, bahkan ketika aku mengerjakan tugasku itu aku harus sendirian. entahlah kenapa berat sekali.
tapi mas nyempetin waktunya buat aku...
sering aku mikir, sampai kapan ini akan berhenti? malang-jakarta terasa berat buatku.


gimanapun juga alhamdulillah hidupku masih berwarna. banyak pelajaran yang aku ambil dari setahun ini. banyak orang-orang baru, suasana baru. jadi akhir tahun ini aku bisa tersenyum :) karena dengan bersyukur, tahunku begitu indah :) alhamdulillah :)


thanks my 2015 and welcome my future 2016 :)

Tuesday, November 24, 2015

Wherever I've been, I'm nothing. I'm just a person with bad habit, even if in front of his eyes. I'm never be a beautiful one everywhere, so it's better if I stand by myself. Now matter it hurt, no matter it frighten. There's no reason to make me still exist into him. Maybe I'm just need to learning again how to be alone, how to do something alone, and for many times again learn how to not hurting someone else. I'm not a person who supposed anyone. I'm lack of everything. There's no need to hold me. I'm must standing alone.

Why I'm still exist?
If there's not a reason, why I'm still exist?
For who I must exist?


How if I'm not exist?
How if I'm not here?
Would everything gonna be okay?

I wish I'm not exist.
I'm nothing, and you dont need to push yourself for me.

I wish I'm not exist anymore.

Friday, November 20, 2015

best friend

loneliness is my best friend....

mungkin memang udah takdir aku selalu merasa sepi, atau mungkin aku yang kurang bersyukur..

makin kesini aku gak tau tujuan hidupku apa dari semua yang telah aku lakukan selama ini. bahkan aku gak punya mimpi. dan gak ada orang-orang yang bantu buat nemuin mimpiku sebenernya apa. hidupku terasa gak berguna, dimanapun aku berada, rasanya aku bukan orang yang dibutuhin.

disinipun aku ngerasa gak dibutuhin, gak pernah ada semangat. yang aku lakukan selalu salah. mungkin salah aku berada disini, atau memang aku tidak diharapkan disini. aku mulai menjadi manusia individual, yang bahkan enggan berinteraksi disini. terasa nyaman jika tak ada seorangpun, walaupun itu terasa sepi.

aku seolah menjadi orang yang tidak dibutuhkan. aku tidak mempunyai potensi buat dibutuhkan orang lain. aku cuman seorang manusia yang tidak berguna. yang katanya aku cuman bisa nysuahin, tapi gak bisa jadi orang yang ngasih manfaat.

kehadiranku seolah tidak dibutuhkan. posisiku ini sama sekali bukan sesuatu yang penting untuk orang lain. sering aku bertanya untuk apa aku berdiri sedangkan aku tak mampu melakukan apapun? sedangkan aku gak guna buat orang lain.

mereka seolah menganggap aku hanya angin lalu, yang sama sekali gak penting. aku hanya seorang yang cuman bisa nyusahin orang lain, nyakitin orang lain, dan gak bisa bikin orang lain seneng. kadang aku nyari tempat dimana orang lain bisa nerima kehadiranku, yang gak memandang aku sebelah mata, yang menganggap aku bisa melakukan sesuatu, walaupun aku gak nemu.

mungkin lebih baik aku berteman dengan sepi, karena aku tak layak berteman dengan orang lain. walaupun waktu berjalan sangat lambat, suara jarum jam selalu jadi pemecah sepiku. sedangkan hatiku terasa hampa, kosong.

mungkin lebih baik aku berteman dengan sepi, yang mampu mendengar segala keluh kesah dan jeritan hatiku. sepi dan jarum jam sebagai teman kala tangisku pecah di sepanjang hari.

mungkin lebih baik aku berteman dengan sepi...

aku bertanya, untuk apa aku disini?

aku bertanya, sepenting apa aku di dunia ini?

aku bertanya, bagaimana bodohnya aku di mata orang lain?





lantas untuk apa aku hidup?
aku pengen ilang.

Saturday, August 8, 2015

selalu tengah malam

selalu cerita di tengah malam. mungkin emang bener malem itu jam-jamnya baper kalau lagi kena insomnia.
ceritanya abis kepo blognya tata, gara-gara tadi bahas-bahas blog terus gabut bingung ngapain. liat-liat postsnya jaman SMA dulu. dan pengen bilang, kangen jaman SMA, pengen balik ke jaman itu....
pengen balik ke jaman dimana masih bisa ketawa haha hihi hehe gak mikirin masa depan kayak sekarang, terlalu mikirin nilai, gak mikirin skripsi, gak mikirin ntar kerja dimana, dll. ditambah lagi pengen memperbaiki hal-hal yang gak pada tempatnya.
kangen sama temen-temen SMA, suasana sekolah juga. ada yang beda sama pergaulan yang sekarang, rasanya kayak kurang bisa tertawa lepas. susah, kurang bisa jadi diri sendiri.

gak bisa diungkapin dengan kata-kata, yang jelas aku kangeeeeeen banget sama mereka.


it's so hard being adult...

and suddenly I miss him. from last month till now we just met twice. it's okay, mungkin biar biasa kalau dia udah gak di malang dan makin susah ketemu karena 'selalu' tentang kesibukan dan urusannya :)
see you next month.

Saturday, May 16, 2015

missing everyone

Ceritanya lagi gak bisa tidur, bukan insomnia, tapi emang salahku sendiri yang bikin jadi ilang ngantuknya. Berharap sesuatu, tapi hasilnya selalu diluar ekspektasi sih.. dan cuman bisa bilang gakpapa.
waktu lagi jalan-jalan sendiri, iri sama orang lain. Entahlah ini pantes atau gak. Seharusnya aku gak perlu iri untuk hal-hal yang seperti itu, seharusnya aku juga bisa, tapi realitanya? Cuman bisa liat orang lain seneng, terus ikutan seneng dan ujung-ujungnya baper :') iya aku kangen mereka...

everybody always changing, sooner or later. Bahkan orang paling dekat sekalipun. Udah sibuk sendiri, makin lama makin gak ada waktu. Sama kayak yang lain, kesibukan jadi alasan :)
Alasan klasik, buat nanti kedepan. Iya sama kayak orang-orang bilang ke aku, yang sampai sekarang gak ada waktu buat sekedar bercanda :)

Ada yang dirindukan tiap malam, saat mata enggan terpejam...
ada yang direnungkan tiap malam...
dan selalu ada harapan baru dari tiap renungan...
walau akhirnya itu hanya ada di mimpi :)

Kangen.. iya kangen... bahkan kamu mulai tidak peduli pukul berapa aku tertidur saat hari telah berganti.

Monday, December 29, 2014

only hope

Apa yang bisa dilakukan seorang aku selain berharap dan berharap?
Semua yang aku inginkan memang belum tentu dapat terwujud.
hanya bisa berkata "yasudahlah...mungkin bukan waktuku"
Hanya memandang dan mengeluh, seolah kita berada di dimensi berbeda.
senyum getir, tatapan nanar.
apakah aku dibutuhkan? Apakah aku diiginkan?
Ataukah aku seorang biasa yang tak punya arti?
Bersahabat dengan sepi, bercakap dalam sunyi.
sendiri, seolah tak ada yang lain.
"No one cares" ketika orang-orang yang diharapkan memberi warna di pelangiku justru memberikan abu-abu.
hanya peluh yang bisa kukatakan.
datang jika tak ada yang bisa kau ajak bicara, bahkan ketika dunia mengacuhkanmu. Mungkin disitu aku ada untukmu.
biarlah sejenak aku bersahabat dengan sepi, aku lelah dengan getirnya dunia, dengan kemunafikan manusia.
walau aku benci sepi.
"Call me if you need me" jika tidak, cukup abaikan aku.
bukan masalah berat, walau terasa menyakitkan.
aku mulai menikmatinya.
tak ada yang bisa aku ajak berbagi.
teman yang aku anggap "sahabat dekat" sekalipun.
dunia mulai berubah..

Friday, November 21, 2014

a note for tonight

"Cewek itu ribet"
Iya bener cewek itu ribet. Ribet mikirin pake baju + celana yang cocok buat besok. Ribet pake make up, ribet kalo gak bawa ini itu. Ribet cari temen kalo jalan. Ribet pilih destinasi liburan. Ribet tugas yang gak kelar-kelar, cuman bisa ngeluh. Termasuk ribet sama perasaannya sendiri....
Ada cewek yang gak sadar-sadar kalo dia emang beneran suka sama cowok, bilangnya mesti gak-gak, padahal aslinya suka, ada.
Ada cewek yang suka cowok tapi gak berani ngobrol sama cowok itu, alasannya satu:bingung, dan tanya-tanya temennya gimana cara biar bisa deket sama cowok itu, ada.
Gak berani chat duluan, kalo ketemu diem, gak betani nyapa apalagi liat mata cowok itu, salting kalo ketemu, gak tau gimana kalo papasan. Ngomong sesuatu, niatnya bercanda, eh ujung-ujungnya dia sendiri yang nyesel udah ngomong gitu, terus gak tau gimana balikinnya.
Lucu ya jadi cewek, ribet-ribet ngeselin dan gemesin.
Bilangnya apa tapi faktanya malah kebalikannya :')
Jangan percaya sama omongannya cewek, pikirannya cewek agak kacau kalau berhubungan sama orang yang disukain.

Lucu banget curhatan para cewek malam ini..

Saturday, November 15, 2014

what kind of a feeling?

Kadang secara gak sadar kita jatuh, jatuh ke hati seseorang. Mungkin perasaan seperti itu bisa disebut jatuh cintah atau entahlah apa namanya. Aku bukan orang yang ahli cinta, aku hanya orang yang ingin tahu apa yang sebenarnya aku rasakan saat ini.
mencari kehadirannya, seolah melihat dia saja cukup. Tanpa ada interaksi, hanya melihat, bahkan dari jauh sekalipun.
baju, sepatu, parfume, rambut, suara..entah bagaimana bisa hafal di luar kepala. Kadang dengan melihat sepatunya sudah cukup sih hehe, berarti dia aďa disana :)
Nyaman, rasanya nyaman sekali berada di dekatnya apalagi berkomunikasi dengannya..

Siapa dia? Mungkin kalian sudah tahu :)

Bisa kah perasaan seperti ini disebut jatuh cinta? Atau hanya suka sesaat? Aku semakin ingin tahu jawabannya... kapan lagi seorang mbongi berbicara tentang cinta setelah sekian lama? Hehe. Kalau kata orang lain ini namanya jatuh cinta, tapi aku gak yakin sih, karena pada dasarnya aku takut mengatasnamakan sesuatu dengan "cinta", apalagi sebuah relationship.

Entah apa namanya. Meskipun kita bukan siapa-siapa, yang jelas aku takut jika suatu saat dia tiba-tiba bergegas pergi dari hidupku...
I'm afraid of losing him :(

What kind of feeling? I just wanna feel something called "love", maybe with that guy.

Sunday, October 26, 2014

:(


Akhir-akhir ini sensitif banget. Mikirin hal-hal yang seharusnya gak perlu dipikirin, dan itu pasti mikir yang jelek-jelek, aneh :( rasanya capek banget sama kuliah, kegiatan kuliah, organisasi, kepanitiaan, semuanya capek. Sensitif seringnya sedih-sedih sendiri kayak sekarang :( padahal ini, yang lagi aku pikirin, bukan sesuatu yang seharusnya gak terlalu bikin sedih :( ah sudahlah

Wednesday, September 10, 2014

what the title?

hello.. it's been long time since my last post when some posts are missing... this midinight, I just want to share what I feel, it's about a "feeling" about some people around me.

mbongi bukan tipe orang yang biasa curhat,  jarang sekali. tapi beberapa saat terakhir ini mbongi jadi orang yang suka curhat masalah perasaan. bukan cuman perasaan mbongi sendiri, tapi juga perasaan orang lain. sekali lagi, ada beberapa hal yang emang udah gak bisa dijelaskan disini, bukan karena apa-apa, tapi ini menyangkut perasaan orang lain. karena disini bukan hanya mbongi yang baca.

ada hal yang seharusnya (lebih baik) gak aku lanjutkan tapi (sayangnya) aku gak bisa berhenti. bisa saja aku egois, terserahku, terserah perasaanku, tapi ada hati yang harus dijaga. aku bukan tipe orang yang bertindak seenaknya sendiri, mesti mikirin perasaan orang lain dulu, entah itu sebenernya penting apa gak. they said "everything gonna be okay... lakukan apa yang ada di hatimu" everything not okay. lagi-lagi aku harus mikirin perasaan orang lain dulu. dan dia adalah salah satu yang harus aku jaga perasaannya...
kadang mikir, kalau aku berhenti, aku menjauh, apa semua akan baik-baik saja? apa aku bisa keluar dari keadaan yang super nyaman ini? apa iya aku harus bodoh amat (lagi) sama perasaanku sendiri demi perasaan orang lain? apa aku akan baik-baik saja? apa aku gak akan merasa kehilangan? padahal sudah mulai merasa takut kehilangan. capek sih rasanya dihantui sesuatu yang bikin gak nyaman. aku harus apa? :( apa hati yang ini harus aku jaga juga?

aku bener-bener bukan orang yang cukup baik dalam memperlakukan orang lain, bahkan aku gak ngerti cara memperlakukan orang itu gimana. tapi aku hanya ingin terlihat baik dimata orang lain... bukan baik dalam segala hal, tapi seenggaknya baik dalam satu hal :')

berapa hati yang harus aku jaga? boleh gak sih sekali-kali aku egois? :(


sometimes I wanna to be in love dan be loved with others, and I want you to it. could I?